Beranda Cand

Minggu, 03 Juni 2012

MILAD





SELAMAT ULANG TAHUN DIRIKU


Meski  nggak ada kue tart (Ganti dengan singkong rebus)
Meski nggak ada lilin (Ganti dengan obor)
Tapi selalu ada do'a (Amin... Plok plok plok plok)

Meski nggak ada perayaan,
Meski nggak ada ucapan,
Meski nggak ada teman,
Tapi selalu ada do'a (Amin.... Plok plok plok plok)

Allah bless Me...
InsyaAllah...

Rabu, 30 Mei 2012

Ghudul Basar itu sama dengan menekuk sudut Elevasi


Keluar dari kelas pada saat kuliah telah selesai rasanya seperti keluar dari penjara. Nah loh?. Ini kelihatan berlebihan memang tapi nyatanya saya dan teman-teman begitu antusias ketika mata kuliah telah selesai. Mata saya dan teman-teman sekelas berbinar-binar serasa baru dapat uang segepok (Tadahan dari Gayus, MasyaAllah) *umpama saja. Kantin adalah pilihan yang sangat favorit untuk melepaskan lapar dan dahaga, kalau sudah kekantin lapar nggak lapar semuanya bisa masuk. Lalu prolog ini apa hubungannya coba dengan judul “Elevasi”? ada, simak bacaan berikutnya...
Ketika di kantin ini (Baca: Sapta) pembicaraan mengenai elevasi dimulai. Temenku seorang cowok yang jago ngobrol *kayak ibu-ibu, memberikan statementnya mengenai perbedaan penglihatan pada mata laki-laki dan pada mata perempuan. Please deh, hubungannya sama elevasi apa? *sabar.. lanjutkan bacanya. Ketika dia menyampaikan statementnya saya langsung keinget bertahun-tahun yang lalu, saat saya masih berada di bangku S1 semester 2 *kalau nggak salah. Seorang Kakak senior *Ikhwan, menyampaikan tausyah (Baca ; Nasehat) sebelum syuro’ (Baca: Rapat), tausyahnya mengenai Ghudul Bashar alias jaga pandangan. Jaga pandangan penting baik bagi kaum laki-laki maupun kaum perempuan agar tidak menimbulkan hal-hal yang tidak kita inginkan, karena mata adalah senjatanya setan untuk menjerumuskan manusia kedalam perbuatan-perbuatan yang dibenci oleh Allah. Istilah Ghudul Bashar itu, baru saya kenal ketika pertama ikut syuro’ tersebut *maklum ADK amatiran (Baca:Baru). Ketika pertama mendengar istilah tersebut saja saya langsung ketawa, senggolan dari salah seorang akhwat yang kebetulan duduk di samping saya membuat saya putus tertawanya.
Iya, ghudul bashar memang sangat dibutuhkan mengingat zaman edan sekarang ini, susah sekali untuk menjaga pandangan terhadap lawan jenis. Bayangkan, berapa persen penduduk bumi yang belum menikah tapi sudah pacaran? Wah saya menyerah menjawabnya. 100 % semua itu berawal dari pandangan yang tidak terjaga dengan baik. Jangankan orang biasa seperti kita (Baca:Saya), orang sholeh-sholehah saja masih bisa terjerumus akibat pandangan yang tidak dijaga. (*Saya juga harus banyak-banyak jaga pandangan nih L). Akibat dari tidak menjaga pandangan sangat berbahaya memang, kita kudu waspada karena di mana-mana yang namanya setan tak kan pernah berhenti mengganggu dan menjerumuskan manusia kelubang kenistaan.
Namun, terkadang permasalahannya adalah kebanyakkan wanita yang disuruh menjaga pandangan lebih ketat. Karena semua sumber fitnah ada pada perempuan, tapi menurut hemat saya tidak begitu keadaannya. Kita sama-sama menjaga, baik laki-laki maupun perempuan tidak terkecuali. Karena percuma saja perempuan nunduk-nunduk sampai nubruk, kalau in other hand sang laki-laki dongak kepala nyari layangan yang nyangkut entah dimana. Iya toh? Nice.
Saya punya pengalaman unik ini, suatu ketika saya berjalan di kampus saya (rencana mau keperpustakaan) saya mencoba berjalan dengan mata tertunduk kebawah (Nyari koin), maksudnya mau ghudul bashar. Tapi ketahuilah bahwa ini bukan ide yang bagus, ghudul basahar bukan berarti kita harus nunduk melulu ketika jalan, alhasil saking jaga pandangan saya terpeleset masuk ke got di samping perpusatakaan (huh malu sayang). Di sini bisa saya ambil pelajaran, jika niat nya mau jaga pandangan jangan bukan begini caranya, tapi lebih kepada kita tidak melihat sesuatu yang sebenarnya tidak boleh kita liat dengan cara berlebihan. Oke, oke. Lalu bagaimana hubungannya dengan elevasi?.
Nah, begini hubungannya. Temen saya itu mengatakan “Jika laki-laki melihat sesuatu kedepan, ia hanya bisa melihat pada sudut satu yang sama (Misal : Kedepan aja), jadi kalau laki-laki jalan sama pacar/istri jika di jalan ia bertemu wanita lain maka si laki-laki akan melihat wanita tersebut tapi dibarengi dengan gerakan kepala yang mengikuti kearah sumber. Makanya kalau pasangan lagi jalan biasanya laki-laki mudah ketahuan kalau dia lagi liat wanita lain. Sedangkan wanita, jika ia melihat memang sudut pandangannya lurus kedepan, tapi ketahuilah bahwa jika ada laki-laki lewat dia tidak akan melihat si laki-laki sambil menggerakkan kepalanya karena wanita punya sudut elevasi yang sempurna, ia bisa melihat kesamping tanpa harus dibarengi dengan gerakan kepala, makanya jika wanita melihat laki-laki ia tidak akan ketahuan. *Ngakak. Kok Cuma saya sendiri sih. Nah begitulah hubungannya. Ternyata pandangan wanita memang lebih tajam dan mematikan.
Intinya, kita sama-sama jaga pandangan ya sayang. Laki-laki jaga pandangan untuk perempuan dan perempuan jaga pandangan untuk laki-laki. Maka semua kenangan buruk di atas tidak akan terulang lagi. Sekian.

Selasa, 29 Mei 2012

Lady Gaga Versus Wayang



Hampir seluruh media memberitakan perihal kedatangan Lady Gaga seorang penyanyi asal Amerika Serikat yang sangat fenomenal itu ke Indonesia untuk mengadakan konser besar-besaran. Dimana Indonesia merupakan Negara selanjutnya setelah Lady Gaga menggelar konser di berbagai negara di Asia. Konser yang seyogyanya diselenggarakan tanggal 3 Juni 2012 ini menuai berbagai penolakan dan kecaman dari berbagai pihak, terkhusus pihak religius. Ormas-ormas sangat menolak akan kedatangan Lady Gaga ke Indonesia yang dianggap akan merusak moral pemuda Bangsa Indonesia jika melihat konser sang “Mother Monster” begitu iya menamai dirinya sendiri, dan menamai fansnya diseluruh dunia “Little Monster”.
Kontroversi yang terjadi membuat sesosok Lady Gaga menjadi sangat terkenal karena media begitu gencar memberitakan sang “Mother Monster”. Tanpa disadari berdasarkan pengalaman saya sendiri, awalnya saya sangat-sangat tidak mengenali seorang Lady Gaga, sampai pada akhirnya saya sangat familiar dengan Lady Gaga, bahkan sebagian liriknya saya hafal. Padahal menurut pemberitaan sebagian lirik lagu-lagu Lady Gaga merupakan kalimat penyembahan atau pemujaan kepada Setan. Disini dapat saya simpulkan bahwa Lady Gaga tanpa menggelar konser di Indonesia pun dia sudah sangat terkenal, bahkan sampai seluruh pelosok pulau-pulau kecil yang ada di Indonesia ini.. ckckckkck. *_*
Kekecawaan semua “Little Monster” yang ada di Indonesia begitu kentara sekali, beberapa hari lalu saya melihat sedikit Infotainment yang mengabarkan bahwa Lady Gaga gagal manggung di Indonesia dengan alasan keamanan. Banyak para “Little Monster” termasuk selebritis Indonesia yang mengungkapkan kecewaan dengan menggelar konser sendiri diberbagai Mall di Jakarta. Sebagaian besar dari mereka mengenakan pakaian layaknya Lady Gaga, dalam hati saya berfikir “Segitunya ya..” Mungkin saya tidak nge-fans sama Lady Gaga, makanya saya sangat sayangkan kenapa spekulasi muncul pada generasi bangsa Indonesia. Berikut adalah komentar dari “Little Monster” Indonesia “Nggak mungkin banget kita-kita ikut aliran iluminatif Lady Gaga, dengan hanya nonton konsernya Lady Gaga, kita kan udah gede, udah dewasa, kita bisa saring kok mana yang baik dan mana yang buruk..”. iya, Lady Gaga memang “teridentifikasi” ikut aliran iluminatif karena kebanyakan performence Lady sangat kontroversial. Saya juga sempet nge-baca akun twitter nya salah satu arti Indonesia yang berbunyi “Moral bangsa Indonesia tidak ditentukan oleh Lady Gaga, tetapi lihat pada pemimpinnya”. Weeeww, Jika pak SBY baca ini status, pasti beliau tambah S.Y.E.D.I.H. *_*
Saya merasakan kekecewaan itu sangat tidak normatif, saya sudah banyak belajar psikologi dari seorang Dosen saya di kelas. Mengidolakan seseorang yang banyak membawa kemudharatan itu memang sangat-sangat tidak normatif. Lady Gaga, dengan pakaian serba kontroversial, lirik lagu yang banyak mengandung pemujaan terhadap setan serta penampilan yang nyaris 100 % merupakan pornoaksi. Malah disini saya sangat kecewa dengan kekecewaan para “Little Monster” Indonesia. Mereka lebih mengidolakan seorang Lady Gaga ketimbang orang tua sendiri misalkan. Jutaan uang keluar hanya ingin melihat jingkrak-jingkrak-nya si Lady Gaga. Sebagian orang yang pro Lady memang beralibi bahwa yang dilakukan oleh Lady adalah kreativitas dalam dunia musik, mereka menganggap para ormas terlalu mengekang dan mencampuri urusan orang lain. Namun perlu diingat, jika Lady Gaga “berkreativitas” dengan performence-nya, maka biarkan para ormas-ormas yang kontra terhadap Lady juga “berkreativitas” dengan menolak kedatangan Lady Gaga.
Lalu apa kaitannya Lady Gaga dengan Wayang Kulit?. Perlu kita ketahui, bangsa Indonesia merupakan bangsa yang latah. Apapun budaya yang datang dari luar negeri masuk tanpa filter yang jelas, ditelan mentah-mentah dan ditiru sepersis mungkin. Wayang kulit merupakan kesenian asli Indonesia, sebagai kebudayaan asli Indonesia, harusnya wayang kulit itu dilestarikan. Banyak orang yang bosan dengan wayang kulit karena durasinya sangat lama dan bahasanya tidak semua orang mengerti. Hal ini ada kok solusinya dengan memendekkan durasi pementasan wayang kulit serta menampilkan wayang kulit dengan berbagai bahasa daerah di Indonesia sesuai di mana pergelaran itu digelar.
Wayang kulit memudar dan nyaris punah, tergantikan dengan Lady Gaga serta artis-artis lain yang dengan bebasnya masuk ke Indonesia (Ok, Pake izin ding). Saya jadi membayangkan sesuatu hal yaitu jika dalam waktu yang sama akan digelar Konser Lady Gaga dan Pertunjukan Wayang Kulit, pihak CEO dari kedua belah pihak membuka penjualan tiket. Hmmmm, bisa saya pastikan kemana masyarakat Indonesia akan mengantri.....

14.42
Siti Kurniasih

Minggu, 27 Mei 2012

Lagi Kangen Kampong




Kalu dipiki-pikir Yo dek, litak Abang Kerejo
Pegi pagi balek sinjo, masih dak cukup jugo
Kereto buruk pun dak punyo, apolagi nak kayo

Cubo dipikir-pikir yo bang, apo kesudahannyo
Kalu Abang dak kerejo, kami nak makan apo
Gaji kecik dak mengapo, esuk kan naik jugo

Abang takut kalu adek, la bosan hidup susah
Banyak kanti-kanti kito, la punyo parabola

Jangan mikirkan itu bang
Biak kito kedian
Biak kito kedian

Baik dipikir-pikir dulu, jangan jadi sesalan
Berakit-rakit kehulu, berenang ketepian
Bersakit-sakit lah dulu, bersenang kemudian.

*_*

Jumat, 18 Mei 2012

Geburindu


Pernah ngerasain rindu yang amat sangat?
Hembbbb
Saya pernah,
Tapi anehnya tidak tahu rindunya sama siapa..

Setelah dilangsir dari berbagai sumber dan fakta, ternyata rindu ingin pulang ke J_A_M_B_I

Lagi-lagi saya mengantuk untuk hal ini....

Tugas oh tugas...

Sampaikan salamku pada Jambi,
Dan pada semua dosen yang memberiku tugas penuh pulllllllllllllllll

Saya..... ZZZZZZZZZZZZZZZZzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz

Jumat, 20 April 2012

AKU DAN DIA


 
Aku masih ingat bagaimana dia marah dan panik ketika aku melarikan diri dari rumah. Aku juga masih ingat bagaimana dia memindahkan adikku sejauh-jauhnya dariku, agar tidak berkelahi lagi denganku. Aku juga masih ingat bagaimana dia memarahiku ketika aku pulang sekolah tanpa mengenakan pakaian seragamku, karena begitu nakalnya aku sepulang Sekolah Dasar bukannya pulang kerumah tetapi malah pergi kesungai dan berenang disana bersama teman-temanku hingga pulang dengan baju basah yang enggan ku pakai kembali, dengan mata merah dan rambut gimbal serta amis. Aku juga masih ingat bagaimana dia membentakku karena aku menghidupkan musik terlalu kuat padahal dia sedang bekerja. Ketika aku ambil lauk di piringnya dan aku bawa lari, sehingga dia harus berkali-kali kedapur untuk mengambil lauk yang telah aku lenyapkan tadi. Aku juga masih ingat bagaimana dia harus berkali-kali minta maaf kepada tetanggaku karena anak mereka yang bermain denganku selalu aku buat celaka. Kulup kepalanya harus ditambal karena aku lempar dengan batu, Indri yang matanya harus terluka karena tongkat “lele” ku mengenai matanya, Yogi yang menangis karena mainannya aku porak-porandakan, Yuli yang juga menangis karena bibirnya aku plintir hingga memerah karena telah mengejekku. Aku masih ingat semua kenakalan dan kecerobohanku bertahun-tahun yang lalu, yang sempat membuat jantungnya lemah. Aku tahu penyakit itu hampir saja merebut dia dari hidupku. Ketika dibelakang rumah aku mendengar ratapan, do’a dan tangisnya “Duh Gusti, sakit ini begitu luar biasa, aku tidak sanggup menahannya, tapi aku ingin tetap hidup untuk putriku satu-satunya dan untuk putraku satu-satunya”. Ketika itu aku hanya bisa menangis dibelakangnya dan aku berlari memeluknya dan berbisik “Bapak tidak apa-apa kan?”, dia hanya memelukku dan mengusap rambutku yang lumayan gimbal pada masa itu. Dan saat itu hanya tangis yang pilu yang menjawab pertanyaanku.
Sejak itu, aku tidak lagi mengumbar kebrutalanku, aku tidak lagi menjadi anak nakal dan bandel yang menyebabkan dia sakit. Aku menjadi anak rumahan yang setiap saat selalu ada ketika dia memanggilku dan membutuhkan bantuanku. Aku jarang bermain dengan teman-temanku lagi karena aku hanya ingin dia ada disampingku. Tapi semua tidak berlangsung lama, kelulusan ku dari sekolah dasar membuat pikirannya berubah dan aku sempat marah besar kepadanya. Dia memindahkanku sekolah di Sekolah Menengah Pertama yang sanagt jauh dari jangkauan orang tuaku. Aku sempat meminta kepada istrinya untuk tidak memindahkanku sejauh itu, aku merasa dibuang dan tidak dibutuhkan. Apa yang dia lakukan untukku? Dia hanya memelukku dan berusaha menenangkan pecahnya tangisku. “ Aku tidak mau pisah dari kalian…, jangan pindahkan aku sejauh itu, Bapak..”. Pandangan matanya pun kosong “Engkau akan lebih dewasa dan mandiri di sana, anakku. Bapak sangat menyayangimu.” Rontaan ku ternyata tidak ada gunanya, aku tetap dikirim ketempat yang bagiku amat mengerikan itu, jauh dari mereka berdua serta adik semata wayangku, sungguh serasa dunia tidak lagi menginginkanku.
Aku melihat mobil mereka semakin lenyap ditelan tikungan jalan yang sempit itu, tanganku meronta-ronta ingin mengejar mobil yang telah membawa pergi orang tua ku dan adikku. Namun semua sia-sia, tangan kekar Pakde ku jauh lebih berkuasa memegang lenganku yang saat itu hanya seukuran selang. Aku menangis tiada diam, sehingga menyebabkan tetangga baruku berhamburan menyaksikanku terpekur di tengah jalan dan didampingi Pakde dan Bude yang akan menjadi orang tua baru bagiku. Sia-sia, semua sia-sia aku tak berhasil membuat mobil itu kembali lagi, yang aku tahu, hari berikutnya aku tetap menangis dan menangis. Bude kalang kabut menenangkanku, dia mengajakku kepasar didekat kebun teh itu dan membelikan apapun yang aku mau, tapi semua sungguh sia-sia saja. Hari-hari berikutnya disekolah baruku, aku tidak mendapat satu temanpun, karena aku tidak menguasai bahasa yang digunakan oleh penduduk daerah ini “Bahasa Jawa” yang sangat sulit aku mengerti waktu itu. Sepulang sekolahpun aku hanya bisa terpekur di dalam gudang menikmati alunan tangisku sendiri berharap mereka, orangtuaku mendengarkanku, berubah pikiran dan menjemputku. Hari berganti hari semuanya tiada guna, bahkan aku rasa mobil yang mereka naikipun sudah menyeberang lautan sana. Dan meninggalkanku untuk beberapa tahun kemudian.
Entah setan apa yang merasuk kedalam pikiranku, lambat laun aku menikmati hidup dilingkungan baruku dan “mereka” orang tuaku agak terlupakan meski yang aku tahu uang tahunan selalu mampir kedompetku. Yang aku tahu, aku hanya membantu Pakde dan Bude ku di sawah, membereskan rumah, memelihara kambing, dan aktivitas lainnya yang lazim dilakukan kaum perempuan. Bahkan ketika adik semata wayangku khitanan pun aku sama sekali tidak tahu. Hampir tiga tahun lamanya, ketika aku terima surat terakhir dari dia, orang tuaku yang tertulis : “……….Nduk, rajin-rajinlah belajar sebentar lagi Ebtanas, jangan sampai tidak lulus ya. Nanti kalau lulus Bapak akan menjemputmu untuk pulang kerumah lagi. Dan kita bisa bersama lagi, kami semua disini merindukanmu”. Aku terlonjak girang bukan kepalang. Yang aku tahu waktu itu aku harus lulus Ebtanas dan aku harus pulang kerumah. Meski sedikit dilubuk hati ini merasa sedih, berarti aku harus meninggalkan teman-temanku juga meninggalkan “dia”, yah, dia yang sempat mengisi bagian dari perjalanan hidupku yang tak begitu menyenangkan. Meski sesak rasanya, tapi kepulanganku kerumah lebih aku harapkan ketimbang “dia”. Bayangkan selama tiga tahun saja aku bisa hidup tanpa orang tua ku apalagi tanpa dia. Aku menjadi orang yang sangat keras kepala. Bapak datang menjemputku, ketika itu aku berada disekolah dan harus menghadiri acara perpisahan sekolah menengah pertama waktu itu.
Tidak sia-sia keputusannya untuk “membuang” aku ke pulau Jawa ternyata membuahkan hasil. Pakde dan Bude ku selalu menceritakan tentang perubahanku yang semakin membaik. Saat menginjak kelas 3 SMP seperti ada sesuatu yang menyelinap dalam hingga kerelung-relung jiwa yang kering ini. Sesuatu yang saat itu aku tidak pernah perduli apa namanya. Aku memang bukan wanita yang sholehah, ilmu agama yang aku miliki mungkin lebih lebar kuku kelingkingku. Jangankan untuk memperdalam agama, sekedar ngaji saja aku tidak mau, padahal Masjid Al-Huda itu jaraknya cuma tiga dari rumah Pakde dan Bude ku.  Tapi lagi-lagi rasa itu yang sangat istimewa. Diam-diam aku comot Al-Qur’an milik Mbak Mimin anak Pakde ku yang sudah menikah dan tidak lagi tinggak disana. Al-Qur’an yang using dan tebalnya setara dua kilo ubi jalar itu aku buka dan aku elus-elus. Ada magnet yang menarikku kesana, menarikku untuk membacanya. Aku terpaku, “rasanya kok sulit ya” aku membatin. Aku teringat pertama kali aku masuk SMP, guru mata pelajaran Agama Islam menyuruhku kedepan dan menyuruh ku untuk membaca Al-Qur’an, awalnya aku ragu apa aku bisa, setelah ku lihat dan ku perhatikan aku mulai membacanya, “Oh, ternyata ayat 3 serangkai” aku nyengir didalam hati. Seingatku dulu waktu SD aku memang sempat mengaji dan bersekolah Madrasah, tapi hanya beberapa waktu saja karena aku sering membuat menangis teman-temanku, dan membuat guru ngaji dan guru Madrasah ku memarahiku. Sehingga aku berhenti karena tidak tahan dengan amarah orangtua ku.
Kulanjutkan dengan membaca Al-Qur’an yang usah tadi, sedikit terbata-bata. Lama-lama aku merasa nyaman dan damai. Aku pun teringat kedua orang tua ku dan adik semata wayangku. Aku menangis tapi tidak meraung seperti dulu. Orang tua ku pasti bangga dengan ku, apalagi setelah aku baca surat terakhirnya itu, mereka akan menjemputku. Tidak hanya itu, aku sukses meraih peringkat ke tujuh dari 300 lebih murid SMP saat ujian akhir. Aku minta kedatangan Bapak untuk menjemputku dipercepat, karena aku ingin Bapak yang maju kedepan ketika namaku disebutkan sebagai siswi yang masuk kedalam 10 besar. Saat maju kedepan, aku menangis dan membatin “Bapak, aku tahu aku memang nakal, suatu saat nanti aku akan mengganti semua kenakalanku kemarin”. Dengan bangga Bapak dengan membawa adikku. Aku tahu senyum bangga itu tak akan hilang dari wajahnya, terukir jelas yah jelas sampai saat ini. Saat sekarang aku telah menjauh lagi dari mereka orang-orang yang aku cintai.
Kisah dulu berbalik 180 derajat bedanya. Sekarang aku menjadi anak perempuan yang memang benar-benar disayangnya. Apapun yang aku mau, semua terpenuhi dengan segera. Saat aku bisa melanjutkan studiku ketingkat yang tak pernah aku impikan sebelumnya. Bapak, aku tahu pengorbanan mu. Engkau rela tidak bekerja saat mendadak aku telpon “Pak, bisa kirim surat ini, surat itu, foto copy ini, foto copy itu?” serobotku. “Iya bisa, nanti diusahakan 1 hari nyampe.” Semangat sekali dia. Saat aku sakit, aku tahu engkau meninggalkan semuanya demi menjagaku, entah berapa banyak piti yang harus dia keluarkan karena membiayai perawatan ku diRS karena sakit ku yang aku sendiri tak tahu sakit apa.
Dia mengirimkan semua yang aku minta, yang aku mau, yang aku inginkan. Kadang aku berfikir, bagaimana caranya aku bisa mengganti tetesan keringat yang kau keluarkan saat harus mengantarku membuat KTP, memperpanjang SIM, membeli baju, membeli ini-itu, mengantarkanku kesana-kemari, dengan apa?. Aku terpaku disaat mala mini. Sangat terpaku. Lirih rongga dada ku membatin, “I LOVE YOU, DAD”, sambil menutup laptop ku aku tersenyum untuk Bapakku.
Siti Kurniasih

Sabtu, 24 Maret 2012

U'r My Sun, My Moon, My Guiding Star


Setiap manusia itu punya harapan dan cita cita masing- masing. Tergantung tu individu ngerencanainnya gimana. Ada planning jangka pendek atau pun planning jangka panjang. Semua itu kudu niat ikhlas “Satu satunya niat yang diterima oleh Allah”. Termasuk juga planning masa depan. Nggak ada satupun manusia didunia ini yang pengen punya rumah tangga yang morat- marit (Kayak ditipi-tipi itu lhoh), Jika ada yang menikah pasti doanya “semoga menjadi keluarga yang S, M, W” ya nggak?. So pasti cuy.
Nah, kebetulan Me juga punya planning masa depan, tapi mungkin agak aneh dari yang lain kali yaa. Nggak papa, ikhtiar. Nah, Me pengen jika punya child nama-namanya ada dibawah ini beserta arti dan penjelasannya. Kenapa harus dijelaskan, karena nama kudu nya adalah sebuah doa. Nggak ada orang tua yang tidak mau mengharapkan anak nya menjadi seorang anak yang baik. 
Mungkin, agak sedikit berbeda dengan kebanyakan pemuda/pemudi lain. Disaat usia-usia seperti ini, pemuda/pemudi biasanya malah pengen menikah secepatnya, (Ya iya lah, emang gue nggak?,,,) tapi ada juga yang udah pengen nikah, tapi nikahnya kudu sama si ini, si itu (hahahaha, nggak lucu), pada nyiapin dengan Pedenya (Gue nikah sama si itu lah, si ini lah, karena nampaknya kami cocok, dia kan sholeh, dia kan ini itu udah lama bareng, udah kenal kenalan ortu lah….. gubrakkkk)(Sholeh itu bukan kriteria Mbak2, sholeh itu memang kewajiban dan kudu ada di calon, gmn sih???). Jiaccchhhhhh,,, bagi aku, siapapun Abi nya… yang penting child nya di bawah ini. Cekedot…………..
Cowok/Ikhwan
1.    Fatih Al Ayaz
InsyaAllah, Fatih artinya pembuka dan Ayaz adalah seorang pemuda Persia yang selalu membela agama Allah, bijaksana, santun gagah dan berani. Seorang pemuda yang menjadi pembuka atau pertama yang bisa menegakkan kalimat Allah di bumi manapun. Harapannya adalah Fatih Al Ayaz bisa menjadi pemimpin Khilafah Islamiyah. Panggilan sehari-harinya adalah Ayaz.
2.    Abdullah Faaiz
InsyaAllah, Abdullah merupakan nama yang sangat disukai oleh Allah sedangkan Faaiz artinya sukses. Nah, sudah sukses disukai oleh Allah lagi, keren bangets. Faaiz sapaannya harapannya bisa menjadi pemuda yang sholeh karena hidupnya hanya untuk Allah dan sukses dunia wa akhirat, amin.
3.    Faizul Anwar
InsyaAllah, Faizul Anwar artinya kelimpahan cahaya atau rahmat dari Allah SWT. Bayangkan, siapa sih yang nggak mau dapat Rahmat dari Allah? Jika nama adalah sebuah doa, maka harapannya adalah Izul panggilan sehari-harinya bisa selalu mendapat rahmat dari Allah. Hidup untuk Allah, bernafas karena Allah, everytime just for Allah.
4.    Rafiqul Azmi
InsyaAllah, Rafiq artinya pendamping dan Azmi artinya Keteguhan hati. Nggak ada didunia ini yang nggak mau punya pendamping yang teguh hatinya, yang baik akhlaknya, yang hanya Allah tujuannya. Idaman banget yaa. Harapannya Azmi panggilan sehari-harinya bisa menjadi apa yang diharapkan oleh kedua orang tuanya.
5.    Abdul Hanan
InsyaAllah, Abdul Hanan artinya Hamba Allah yang penyayang, so what gitu kalau manusia nggak mau disayang, pasti bakal kena semprot dengan kata – kata “Munafik”. Jadi Anan panggilan sehari- harinya ini harapannya bisa menjadi pribadi yang penyayang kepada : Number one “Allah”, Number Two “Rasulullah”, Number three “ Abi dan Ummi nya”, Number Four “ Sesamannya”.

6.    Raihan Al Hariz
InsyaAllah, Raihan artinya wangi atau harum, Hariz artinya selalu terjaga. Raihan panggilan akrabnya harapannya bakal menjadi pemuda yang selalu mejaga kehormatannya (Nggak Cuma cewek kok yang musti menjaga kehormatannya…) sehingga dalam kehidupan sehari- harinya selalu melakukan yang baik-baik aja (walaupun pada dasar nya manusia nggak luput dari khilaf dan salah). Yang pasti Raihan nggak nyakitin orang lain, dan bisa bermanfaat untuk orang lain.
7.    Dani Ghaisan
InsyaAllah, Dani Ghaisan artinya pemuda yang rupawan. Dani panggilannya kelak akan menjadi pemuda yang tidak hanya tampan dari segi fisik dan penampilan, tetapi juga tampan hati dan akhlaknya. Penyayang kepada semua orang dan tidak menyakiti orang lain.

Cewek/Akhwat

1.    Dzattin Nita Qaini
Pernah baca di Sirah Sahabiyah, teringat kembali perjuangan keras seorang wanita untuk melindungi dua orang yang sangat dicintainya. Yaitu Rasulullah dan Abu Bakar, Asma’ namanya. Ketika masa Rasul Hijrah, dan lari kesebuah gua maka Asma’ lah yang menyalurkan logistic kepada Rasulullah dan Abu Bakar, dalam keadaan mengandung tua, Asma’ berjalan jauh membawa makanan dan menaruh makanan itu di perutnya dengan diikat dengan ikat pinggang (selalu ingin menangis jika mengingatnya hiskkz, apalagi zaman sekarang nggak ada lagi wanita hamil tua yang jalan kaki demi sebuah pengorbanan, adanya diantar mobil. Kalaupun jalan pasti dijadwal jalan pagi sama sang suami huhu, beda yaa), sehingga Allah memberinya julukan ‘Wanita dengan dua ikat pinggang’ dalam bahasa Arab artinya Dzattin Nita Qaini. Subhanallah yaa. InsyaAllah Nita panggilan akrabnya akan menjadi perempuan seperti Asma’. Doakan yaa!.
2.    Qistina Zakiyyah
Qistina artinya Keadilan dan Zakiyyah artinya bagus atau suci. Tina akan menjadi panggilan sehari-harinya, InsyaAllah akan dibentuk menjadi wanita yang selalu bersikap adil (nggak pernah korupsi, nggak pernah Kolusi, nggak pernah nepotismme hehe, tapi bagus kok) dan memiliki pribadi yang bagus dan akhlakul karimah dengan selalu meniatkan setiap langkah kehidupannya hanya dengan niat suci karena Allah semata. Amin yaa.
3.    Annisa Nur Amalina
Artinya wanita yang memiliki cahaya harapan, Nisa sapaan akrabnya akan menjadi seorang wanita yang selalu memberikan teladan yang baik untuk dirinya sendiri, keluarga, dan  orang lain yang berada didekatnya. Dari sebuah nur/cahaya kebaikan yang Nisa pancarkan dari setiap tutur kata dan tingkah laku serta semua perbuatan dan aktivitasnya sehari-hari. Harapan –harapan kebaikan yang selalu diimpikan oleh Abi dan Uminya, mudah-mudahan terwujud atas izin-Nya. Amin.
4.    Amira Yusra Afanin
Amira artinya aman bahagia, Yusra artinya kemudahan kesenangan dan Afanin artinya perkataan yang lembut. Sebuah komposisi nama yang sederhana namun elegan. Dengan arti yang sungguh memikat hati setiap orang yang mendengarnya, bukan karena rupanya tetapi karena perkataan lembut, kehidupan yang bahagia dan kemudahan yang dikaruniakan oleh Allah kepadanya. Anin akan menjadi penggilannya sehari – hari.
5.    Ghassani Lailani
Ghassani artinya cantik dan Lailani artinya malam. Laila nama panggilannya akan menjadi wanita cantik yang memiliki inner beuty maupun outer beauty. Semuanya akan terangkum pada nama nya. Sungguh wanita itu tidak hanya mengandalkan kecantikan fisik tetapi juga hati. Jika hati itu dak cantik, maka seluruhnya pun terasa dak cantik.

6.    Rifa An Nisrina
Rifa artinya mufakat dan Nisrina artinya bunga. Besok bisa dipanggil Rina dengan harapan bisa menjadi wanita yang selalu mengedepankan mufakat dalam segala urusan, tidak egois, tidak memaksakan kehendak kepada orang lain. Dan memiliki kepribadian harum seperti bunga yang indah dipandang siapapun, tetapi bukan dari segi fisik belaka. Karena fisik adalah tipuan setan yang tidak jarang membawa kahncuran. Teringat dengan cerpen yang pernah ku baca waktu SMA, judulnya “Cantik” sang tokoh utama memang sangat cantik tapi menjadi mangsa lelaki yang nggak punya hati sehingga ia berdoa “Ya Allah jika aku boleh protes, maka aku memilih dilahirkan tidak sebagai wanita cantik jika semua ini hanya membuat malapetaka bagi ku” Nah loh, serem yaa, Mudah –mudahan Rina tidak seperti itu.
7.     Yasmin Nur Sabrina
Yasmin artinya Melati (so pasti harum lah yang namanya bunga melati, akhlaknya kudu gitu juga) dan Nur Sabrina artinya cahaya kesabaran. Sudahlah cantik akhlaknya, sabar lagi, siapa yang nggak mau???. Yasmin akan menjadi panggilan sehari harinya. Yasmin juga mengingatkan ku pada seorang anak Ummahat Muaro Jambi yang meninggal karena sakit, padahal kalau ada acara di DPD aku selalu menggendongnya, kini nggak ada lagi yang bisa aku gendong kalau ada acara Jalasah Ruhiyah. Hmm tak pa, besok aka nada Yasmin yang baru, yang menjadi harapan bagi Abi sama Ummi nya. InsyaAllah.

Nah, apalagi yang nak dibayangkan… Calon Abi nya kali yaa. Tapi no problem. Siapapun Abi nya… child nya kudu yang diatas. Okle.
Potret Ajaahh.
By : Kur_Nia_Nia_Asih
 Admin : Nia_Nia_Kurniasih